Minggu, 21 September 2014

TIPS KELUARGA SAKINAH AWADAH WAROHMAH

Sungguh indah jika sepasang hamba ALLAH dapat mengarungi bahtera rumah tangganya dengan penuh kebahagiaan. Istri menjaga amanah suaminya dengan penuh tanggungjawab. Suami membimbing istrinya dengan penuh kasih sayang. Anak-anak menjadi penyejuk mata bagi kedua orang tuanya.

Keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Bukanlah sesuatu yang kebetulan. Bukan juga seuatu yang dapat diraih dengan mudah. Tapi sebuah proses yang dilalui mulai dari perkenalan, persiapan pernikahan, akad nikah, sampai dengan pasca nikah.

Berikut ini tips, komposisi, dan cara untuk membuat keluarga sakinah, mawadah, warahma h .

BAHAN:
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.

BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
(Semuanya diaduk hingga merata dan
mengembang)

Tips:

Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan
Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.
Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
Gunakan Kasih sayang cap “IMAN, HARAP & KASIH” yang telah memiliki sertifikat ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:

Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus ikhlas
Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata
Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata sekitar 30 menit di depan penghulu.
Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas
Kue siap dinikmati
Catatan:

Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat!

Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek “Tempat Ibadah” diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.

Semoga Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah dapat terwujud.

Selamat mencoba, dijamin halal… !

Selamat menikmati…

Selasa, 09 September 2014

Utami kaulah yang ku cintai

“Hati ini tidak mampu berbohong.
Hanya kamu yang bisa mengisinya.”
“Aku tidak tahu bagaimana terlihat
romantis di depanmu, lidahku selalu
menjadi kelu di hadapanmu. Bolehkah
aku mencintaimu dengan segala
kelemahanku ini? Aku ingin menjadi
orang yang kamu cintai seperti aku
mencintaimu”
“Hatimu sudah ada yang mengisi
belum? Kalau belum, boleh tidak aku
mengisinya? Karena kamu sudah
mengisi hatiku”
“Pasti banyak yang menginginkan
cintamu. Apakah aku masih memiliki
kesempatan untuk berdiam di
hatimu?”
“Aku ingin ketika aku menikah,
kamulah yang menjadi pasanganku.
Ketika aku memiliki anak, aku ingin
kamu yang menjadi ibu dari anak-
anakku. Ketika kita menjalani
kehidupan bersama nanti, mungkin
banyak rintangan yang kita hadapi
tapi aku akan selalu berusaha untuk
menjagamu. Aku tidak tahu apakah
nanti bisa membahagiakanmu atau
tidak, tapi aku akan selalu berusaha
memberikan yang terbaik untukmu.”
“Cinta itu kadang membahagiakan,
cinta itu kadang menyakitkan. Nah,
kalau cintaku, itu kamu.”
“Aku tidak pernah berpikir untuk
menjalin hubungan cinta dan
menikah, sampai akhirnya aku
bertemu dengan kamu.”
“Dimanapun kamu berada, kamu juga
selalu berada di hatiku”
“Sejak mengenal dan mencintaimu,
aku lebih banyak tersenyum karena
hari-hariku menjadi lebih berharga”
“Lihat saja ke dalam mataku, siapa
yang tercermin di sana itulah orang
yang aku cintai”

“Hati ini tidak mampu berbohong. Hanya kamu yang bisa mengisinya.” “Aku tidak tahu bagaimana terlihat romantis di depanmu, lidahku selalu menjadi kelu di hadapanmu. Bolehkah aku mencintaimu dengan segala kelemahanku ini? Aku ingin menjadi orang yang kamu cintai seperti aku mencintaimu” “Hatimu sudah ada yang mengisi belum? Kalau belum, boleh tidak aku mengisinya? Karena kamu sudah mengisi hatiku” “Pasti banyak yang menginginkan cintamu. Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk berdiam di hatimu?” “Aku ingin ketika aku menikah, kamulah yang menjadi pasanganku. Ketika aku memiliki anak, aku ingin kamu yang menjadi ibu dari anak- anakku. Ketika kita menjalani kehidupan bersama nanti, mungkin banyak rintangan yang kita hadapi tapi aku akan selalu berusaha untuk menjagamu. Aku tidak tahu apakah nanti bisa membahagiakanmu atau tidak, tapi aku akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu.” “Cinta itu kadang membahagiakan, cinta itu kadang menyakitkan. Nah, kalau cintaku, itu kamu.” “Aku tidak pernah berpikir untuk menjalin hubungan cinta dan menikah, sampai akhirnya aku bertemu dengan kamu.” “Dimanapun kamu berada, kamu juga selalu berada di hatiku” “Sejak mengenal dan mencintaimu, aku lebih banyak tersenyum karena hari-hariku menjadi lebih berharga” “Lihat saja ke dalam mataku, siapa yang tercermin di sana itulah orang yang aku cintai”


kaulah yang ku cintai


Posted via BlogPost